loading...

Selasa, 01 September 2015

Cara Mudah Menyeleksi Rambut di Photoshop

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Photoshop, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cara Mudah Menyeleksi Rambut di Photoshop
link : Cara Mudah Menyeleksi Rambut di Photoshop

Baca juga


Teman-teman pernah bertanya, dia mengalami kesulitan untuk seleksi pada bagian helai rambut, memang untuk yang satu ini agak sulit apalagi kalau harus seleksi dengan detail dan bagus. seringkali kita melakukan kesalahan sehingga jika benar-benar sulit untuk di-seleksi kita menghapusnya saja, padahal itu bagian yang sangat penting. 
Tapi perlu kita ketahui bahwa dengan Adobe Photoshop dalam hal seleksi rambut itu merupakan hal yang mudah. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya, untuk cara seleksi rambut photoshop ada banyak cara, dan kali ini saya akan mencoba menyeleksi helai rambut dengan menggunakan Pen Tool dan layer mask. Sekarang kita langsung saja memulai untuk seleksi rambut. 

Berikut Langkah-langkahnya : 

Buka gambar model, yang ingin kalian seleksi pada bagian rambutnya : 


Selanjutnya Gunakan Pen Tool (P) untuk memulai langkah pertama dalam seleksi rambut di Photoshop, klik mouse dan drag ikuti alur model, dan pada bagian rambut tempatkan pen tool di bagian luar rambut. Setelah selesai menyeleksi kemudian klik kanan pada mouse dan pilih Make Selection lalu tekan OK. 


Kemudian klik Add Layer Mask


Dan akan tampak seperti gambar dibawah ini


Selanjutnya klik kanan pada Layer Mask dan pilih Refine Mask maka akan muncul gambar sbb: 


Sekarang kita tinggal menyapukan pada bagian helai rambut, setelah disapukan hasilnya akan terlihat seperti ini. Selebihnya kalian bisa berimprovisasi dengan menyeting Adjus Edge dan yang lainnya sehingga hasilnya sesuai dengan yang anda inginkan. Setelah selesai lalu klik Ok, 

Sekarang kalian sudah bisa melihat hasilnya dan untuk langkah terakhir, pada gambar Layer Masknya kalian klik kanan dan pilih Apply Layer Mask.


Selanjutnya tinggal kalian menambahkan Bacground latar gambar yang kalian anggap baik.

Selamat Mencoba.. Semoga Bermanfaat...!

Teman-teman pernah bertanya, dia mengalami kesulitan untuk seleksi pada bagian helai rambut, memang untuk yang satu ini agak sulit apalagi kalau harus seleksi dengan detail dan bagus. seringkali kita melakukan kesalahan sehingga jika benar-benar sulit untuk di-seleksi kita menghapusnya saja, padahal itu bagian yang sangat penting. 
Tapi perlu kita ketahui bahwa dengan Adobe Photoshop dalam hal seleksi rambut itu merupakan hal yang mudah. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya, untuk cara seleksi rambut photoshop ada banyak cara, dan kali ini saya akan mencoba menyeleksi helai rambut dengan menggunakan Pen Tool dan layer mask. Sekarang kita langsung saja memulai untuk seleksi rambut. 

Berikut Langkah-langkahnya : 

Buka gambar model, yang ingin kalian seleksi pada bagian rambutnya : 


Selanjutnya Gunakan Pen Tool (P) untuk memulai langkah pertama dalam seleksi rambut di Photoshop, klik mouse dan drag ikuti alur model, dan pada bagian rambut tempatkan pen tool di bagian luar rambut. Setelah selesai menyeleksi kemudian klik kanan pada mouse dan pilih Make Selection lalu tekan OK. 


Kemudian klik Add Layer Mask


Dan akan tampak seperti gambar dibawah ini


Selanjutnya klik kanan pada Layer Mask dan pilih Refine Mask maka akan muncul gambar sbb: 


Sekarang kita tinggal menyapukan pada bagian helai rambut, setelah disapukan hasilnya akan terlihat seperti ini. Selebihnya kalian bisa berimprovisasi dengan menyeting Adjus Edge dan yang lainnya sehingga hasilnya sesuai dengan yang anda inginkan. Setelah selesai lalu klik Ok, 

Sekarang kalian sudah bisa melihat hasilnya dan untuk langkah terakhir, pada gambar Layer Masknya kalian klik kanan dan pilih Apply Layer Mask.


Selanjutnya tinggal kalian menambahkan Bacground latar gambar yang kalian anggap baik.

Selamat Mencoba.. Semoga Bermanfaat...!

Sabtu, 29 Agustus 2015

Cara Print dalam lembar kerja CorelDRAW

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Corel Draw, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cara Print dalam lembar kerja CorelDRAW
link : Cara Print dalam lembar kerja CorelDRAW

Baca juga



Bagi semua sahabat yang sudah terbiasa di depan computer tentunya sudah paham mengenai cara ngeprint data di sebuah computer. Ok coba kita praktekkan cara print di Corel Draw. 1. Seperti biasa masuk buka halaman data desain anda yang mau di print, disini saya mencoba ingin print sebuah data nota yang telah saya buat, Seperti gambar dibawah ini:


2. Selanjutnya klik File dipojok kanan atas, dan cari perintah Print Preview, kita akan dibawa masuk kedalam lembar print. 

Hasil gambar tampilan CorelDraw setelah mengklik Print Preview..

4. Dipojok kanan atas aka nada pilihan format Print yang kita inginkan, tetapi selemnya sahabat harus sudah menentukan settingan jenis lebar kertas yang akan kita print nanti biar hasil cetakannya sesuai yang kita inginkan. Inilah gambar pilihan format print yang kita inginkan : Ada As in document, Fit to Page, Center of Page, Top Center, Left Center, Right Center, Botom Center, dst… 

Selanjutnya sahabat tinggal mau pakai format yang mana, tentunya dari jenis piihan diatas mempunyai fungsi masing-masing, seperti : 
As in document :Perintah ini akan mencetak sesuai area yang kita telah tentukan dalam lembar kerja CorelDraw, ini cocok untuk print blangko undangan, amplop undangan dll. 

Fit to Page :Perintah ini akan mencetak sesuai keseluruhan format gambar dalam lembar kerja CorelDraw, ini cocok untuk print file yang berukuran melebihi area lembar kertas standard seperti, jenis file spanduk, Banner dll, bisa saya contohkan disini, seperti kita membuka file data spanduk tentunya memiliki file yang ukurannya melebihi area lembar kertas seperti A4, F4, dan apabila file spanduk ini ingin di print dan muat kedalam kertas, cukup sobat menggunakan perintah Fit to Page. 

Center of Page : Perintah ini akan mencetak sesuai rata area tengah lembar kerja yag kita ingin print, perintah ini cocok digunakan untuk print Kartu nama yang memiliki sisi depan dan belakang atau dua sisi. 

Selanjutnya untuk Top Center, Left Center, Right Center, Botom Center, saya rasa sobat sudah bisa mengerti fungsi-fungsinya, seperti Print rata atas, bawah, samping kanan dan kiri, kalau dalam hal ini sobat belum mengerti ya baiknya di praktekkan langsung deh…gitu aja kok repot….he..he Ok selamat Mencoba, semoga Bermanfaat !



Bagi semua sahabat yang sudah terbiasa di depan computer tentunya sudah paham mengenai cara ngeprint data di sebuah computer. Ok coba kita praktekkan cara print di Corel Draw. 1. Seperti biasa masuk buka halaman data desain anda yang mau di print, disini saya mencoba ingin print sebuah data nota yang telah saya buat, Seperti gambar dibawah ini:


2. Selanjutnya klik File dipojok kanan atas, dan cari perintah Print Preview, kita akan dibawa masuk kedalam lembar print. 

Hasil gambar tampilan CorelDraw setelah mengklik Print Preview..

4. Dipojok kanan atas aka nada pilihan format Print yang kita inginkan, tetapi selemnya sahabat harus sudah menentukan settingan jenis lebar kertas yang akan kita print nanti biar hasil cetakannya sesuai yang kita inginkan. Inilah gambar pilihan format print yang kita inginkan : Ada As in document, Fit to Page, Center of Page, Top Center, Left Center, Right Center, Botom Center, dst… 

Selanjutnya sahabat tinggal mau pakai format yang mana, tentunya dari jenis piihan diatas mempunyai fungsi masing-masing, seperti : 
As in document :Perintah ini akan mencetak sesuai area yang kita telah tentukan dalam lembar kerja CorelDraw, ini cocok untuk print blangko undangan, amplop undangan dll. 

Fit to Page :Perintah ini akan mencetak sesuai keseluruhan format gambar dalam lembar kerja CorelDraw, ini cocok untuk print file yang berukuran melebihi area lembar kertas standard seperti, jenis file spanduk, Banner dll, bisa saya contohkan disini, seperti kita membuka file data spanduk tentunya memiliki file yang ukurannya melebihi area lembar kertas seperti A4, F4, dan apabila file spanduk ini ingin di print dan muat kedalam kertas, cukup sobat menggunakan perintah Fit to Page. 

Center of Page : Perintah ini akan mencetak sesuai rata area tengah lembar kerja yag kita ingin print, perintah ini cocok digunakan untuk print Kartu nama yang memiliki sisi depan dan belakang atau dua sisi. 

Selanjutnya untuk Top Center, Left Center, Right Center, Botom Center, saya rasa sobat sudah bisa mengerti fungsi-fungsinya, seperti Print rata atas, bawah, samping kanan dan kiri, kalau dalam hal ini sobat belum mengerti ya baiknya di praktekkan langsung deh…gitu aja kok repot….he..he Ok selamat Mencoba, semoga Bermanfaat !


SCAN Gambar di CORELDRAW

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Corel Draw, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : SCAN Gambar di CORELDRAW
link : SCAN Gambar di CORELDRAW

Baca juga


Bagi teman-teman yang membunyai mesin scanner dirumah, tentunya harus sudah terinstal di dalam komputer sobat, untuk Scan dan langsug tampil dalam lembar kerja coreldraw sobat tentunya juga memiliki langkah-langkah dalam program CorelDRAW. Berikut langkah-langkahnya: 

1. Siapkan object yang akan kita SCAN ke mesin SCANNER, jangan lupa menyalakan mesin SCANNERnya.
2. Buka Program CORELDRAW bisa menggunakan Coreldraw X3 ,X4, X5,X6 dll. 3. Pada MENU UTAMA Pilih FILE - ACQUIRE IMAGE - ACQUIRE... seperti gambar dibawah ini :



tampilan akan berganti seperti dibawah ini :


4. Setelah itu, klik PREVIEW untuk melihat objek yang akan di scan.Lalu klik SCAN
5. Hasil akan tampak terlihat seperti gambar di bawah


Hasil Scan Gambar Undangan yang saya scan…
Mudah kan sobat , Selamat Mencoba... Semoga Bermanfaat…!

Bagi teman-teman yang membunyai mesin scanner dirumah, tentunya harus sudah terinstal di dalam komputer sobat, untuk Scan dan langsug tampil dalam lembar kerja coreldraw sobat tentunya juga memiliki langkah-langkah dalam program CorelDRAW. Berikut langkah-langkahnya: 

1. Siapkan object yang akan kita SCAN ke mesin SCANNER, jangan lupa menyalakan mesin SCANNERnya.
2. Buka Program CORELDRAW bisa menggunakan Coreldraw X3 ,X4, X5,X6 dll. 3. Pada MENU UTAMA Pilih FILE - ACQUIRE IMAGE - ACQUIRE... seperti gambar dibawah ini :



tampilan akan berganti seperti dibawah ini :


4. Setelah itu, klik PREVIEW untuk melihat objek yang akan di scan.Lalu klik SCAN
5. Hasil akan tampak terlihat seperti gambar di bawah


Hasil Scan Gambar Undangan yang saya scan…
Mudah kan sobat , Selamat Mencoba... Semoga Bermanfaat…!

Cara Menyimpan Final File di Coreldraw

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Corel Draw, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cara Menyimpan Final File di Coreldraw
link : Cara Menyimpan Final File di Coreldraw

Baca juga



Dari tahun 1991 saya pribadi Hingga tahun 2015 Ini telah setia mendesain lewat program CorelDRAW dari versi jadul hingga saat ini, oleh Corel Corporation setidaknya telah mengeluarkan 17 versi dari corel. Dan produk terbarunya di tahun 2015 yaitu corel X7 yang baru saja diluncurkan di tahun ini. Bagi sahabat yang terus update dan mengikuti perkembangan dan instalasi corel tentu tidak masalah, namun bagi mereka yang masih memakai software Corel versi lama tentunya akan sedikit dirugikan oleh masalah Compabilitas Files. Berikut ini beberapa tips dalam menyimpan final file sebelum kita bawa ke percetakan : 

1. Perhatikan Masalah FONTS Seringkali kita mengalami missing font atau berubah ketika akan mencetak ditempat lain, karena kadang kala font yang kita punya belum tentu dimiliki oleh percetakan tersebut. Untuk menghindari missing font tersebut tentunya tiap masalah pasti ada solusinya, dan untuk mengetahui solusi terbaiknya yaitu dengan cara menconvert font tersebut agar tidak berubah, berikut ada ada 2 solusi untuk mengatasi perubahan font tersebut: 

 A) Men-Convert to Curve yaitu merubah font menjadi kurva

( - ) Kelemanan : cara ini adalah font tersebut akan menjadi curva dan tidak bisa diedit text kembali. 
( + ) Kelebihan : anda tidak perlu repot - repot membawa / mencari fonts apa saja yang dibutuhkan. B) Membawa Font yang Diperlukan Cara ini agak ribet, yaitu dengan mencari dan membawa font - font apa saja yang dibutuhkan namun ini harus di instal di computer percetakan tersebut, jadi repotkan…he..he 

 ( - ) Kelemanan : Sedikit ribet karena harus mencari fonts yang dibutuhkan. 
( + ) Kelebihan : Bisa di edit ulang jika sewaktu akan dicetak ada kesalahan penulisan. 

2. Perhatikan masalah Compabilitas Files Compabilitas file ini yang paling penting karena menyangkut gagal dan suksesnya file kamu bisa dibuka di percetakan atau tidak. Saat pekerjaan desain kmu sudah selesai dan tinggal dicetak (final file) maka jangan lupa untuk menurunkan tingkat kompabilitas files dengan menekan File > Save As...


Kemudian pilih versi (Version) yang lebih rendah atau sesuaikan dengan versi Coreldraw dari percetakan tersebut. Misal percetakan di dekat rumah anda memakai coreldraw versi 11 maka pilih versionnya ke Version 11.0 seperti gambar dibawah ini.

Image : Save Drawing 

Kenapa demikian? Karena file corel terdapat kompabilitas. File yang dihasilkan oleh Corel versi terbaru tidak akan bisa dibuka di Corel versi yang lama sebelum diturunkan / disamakan tingkat Version-nya. Sedangkan File yang dihasilan Corel versi yang lama bisa dibuka di Corel yang lebih baru atau terbaru, gitu bro jadi ingat sesuaikan version nya nanti akan di bawa kemana cinta kita, ehh sorry maksudnya akan dibuka dimana file desain kita apa di Corel Versi, 11,12, atau 13 dst. 

Sesuai kasus investigasi dilapangan saya membawa file Corel yang versinya X6 ditempat sobat, dan dikomputer sobat yang ada terinstal hanya Program Corel X3, otomatis Corel X6 yang saya buka di computer sobat yang masih menggunakan Corel X3 (Versi 13) tidak akan terlihat hasil desainnya file tersebut akan menjadi blank page (halaman kosong) ketika dibuka di tempat sobat, jadi saran saya tiap ada versi CorelDraw terbaru khususnya di tempat percetakan utamanya wajib menginstal versi-versi terbaru dari program CorelDRAW tersebut. 

Saya rasa cukup sampai sekian dulu penjelasan saya kali ini, tetap terus belajar dan berkarya buat sahabat-sahabat. Terima kasih dan Semoga bermanfaat…!


Dari tahun 1991 saya pribadi Hingga tahun 2015 Ini telah setia mendesain lewat program CorelDRAW dari versi jadul hingga saat ini, oleh Corel Corporation setidaknya telah mengeluarkan 17 versi dari corel. Dan produk terbarunya di tahun 2015 yaitu corel X7 yang baru saja diluncurkan di tahun ini. Bagi sahabat yang terus update dan mengikuti perkembangan dan instalasi corel tentu tidak masalah, namun bagi mereka yang masih memakai software Corel versi lama tentunya akan sedikit dirugikan oleh masalah Compabilitas Files. Berikut ini beberapa tips dalam menyimpan final file sebelum kita bawa ke percetakan : 

1. Perhatikan Masalah FONTS Seringkali kita mengalami missing font atau berubah ketika akan mencetak ditempat lain, karena kadang kala font yang kita punya belum tentu dimiliki oleh percetakan tersebut. Untuk menghindari missing font tersebut tentunya tiap masalah pasti ada solusinya, dan untuk mengetahui solusi terbaiknya yaitu dengan cara menconvert font tersebut agar tidak berubah, berikut ada ada 2 solusi untuk mengatasi perubahan font tersebut: 

 A) Men-Convert to Curve yaitu merubah font menjadi kurva

( - ) Kelemanan : cara ini adalah font tersebut akan menjadi curva dan tidak bisa diedit text kembali. 
( + ) Kelebihan : anda tidak perlu repot - repot membawa / mencari fonts apa saja yang dibutuhkan. B) Membawa Font yang Diperlukan Cara ini agak ribet, yaitu dengan mencari dan membawa font - font apa saja yang dibutuhkan namun ini harus di instal di computer percetakan tersebut, jadi repotkan…he..he 

 ( - ) Kelemanan : Sedikit ribet karena harus mencari fonts yang dibutuhkan. 
( + ) Kelebihan : Bisa di edit ulang jika sewaktu akan dicetak ada kesalahan penulisan. 

2. Perhatikan masalah Compabilitas Files Compabilitas file ini yang paling penting karena menyangkut gagal dan suksesnya file kamu bisa dibuka di percetakan atau tidak. Saat pekerjaan desain kmu sudah selesai dan tinggal dicetak (final file) maka jangan lupa untuk menurunkan tingkat kompabilitas files dengan menekan File > Save As...


Kemudian pilih versi (Version) yang lebih rendah atau sesuaikan dengan versi Coreldraw dari percetakan tersebut. Misal percetakan di dekat rumah anda memakai coreldraw versi 11 maka pilih versionnya ke Version 11.0 seperti gambar dibawah ini.

Image : Save Drawing 

Kenapa demikian? Karena file corel terdapat kompabilitas. File yang dihasilkan oleh Corel versi terbaru tidak akan bisa dibuka di Corel versi yang lama sebelum diturunkan / disamakan tingkat Version-nya. Sedangkan File yang dihasilan Corel versi yang lama bisa dibuka di Corel yang lebih baru atau terbaru, gitu bro jadi ingat sesuaikan version nya nanti akan di bawa kemana cinta kita, ehh sorry maksudnya akan dibuka dimana file desain kita apa di Corel Versi, 11,12, atau 13 dst. 

Sesuai kasus investigasi dilapangan saya membawa file Corel yang versinya X6 ditempat sobat, dan dikomputer sobat yang ada terinstal hanya Program Corel X3, otomatis Corel X6 yang saya buka di computer sobat yang masih menggunakan Corel X3 (Versi 13) tidak akan terlihat hasil desainnya file tersebut akan menjadi blank page (halaman kosong) ketika dibuka di tempat sobat, jadi saran saya tiap ada versi CorelDraw terbaru khususnya di tempat percetakan utamanya wajib menginstal versi-versi terbaru dari program CorelDRAW tersebut. 

Saya rasa cukup sampai sekian dulu penjelasan saya kali ini, tetap terus belajar dan berkarya buat sahabat-sahabat. Terima kasih dan Semoga bermanfaat…!

Jumat, 28 Agustus 2015

Penjelasan Shortcut dan Layout Coreldraw Lengkap

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Corel Draw, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Penjelasan Shortcut dan Layout Coreldraw Lengkap
link : Penjelasan Shortcut dan Layout Coreldraw Lengkap

Baca juga




LAYOUT CORELDRAW X6
 * Keterangan :
Main Menu = Sederetan Menu yang dipersiapkan untuk membantu dalam proses pembuatan dan editing gambar 
Toolbox = kumpulan tool atau alat-alat yang digunakan untuk mengedit gambar 
Properties Bar = Tempat kita melakukan pengaturan • Pilihan Warna / Color Pallete = Memberikan dan memberi warna pada object 
 • Lembar / Kertas Kerja = Tempat kita menggambar / bekerja 

Shortcut Key pada corel sama halnya pada main windows, fungsinya adalah mempercepat atau mempermudah suatu aktifitas dalam corel, sering juga disebut hot key, sering juga disebut hot key. 
Keunggulannya adalah kita tidak perlu klik sana sini untuk beberapa menu, misalkan jika kita ingin menyimpan File, kita tinggal menekan Ctrl+S di keyboard tidak perlu menklik tulisan Save di menu corel. 
Bila kita sudah terbiasa dengan shortcut-shortcut ini anda akan dapat dengan mudah dan cepat menggunakannya. 

Berikut Daftar Shorcut Key lengkap dibawah ini :

Break Apart ===> Ctrl+K
Combine ===> Ctrl+L
Contour ===> Ctrl+F9
Copy ===> Ctrl+C
Copy ===> Ctrl+Insert
Duplicate ===> Ctrl+D
Ellipse ===> F7
Envelope ===> Ctrl+F7
Export... ===> Ctrl+E

Find Text... ===> Alt+F3
Format Text... ===> Ctrl+T
Freehand ===> F5
Full-Screen Preview ===> F9

Graph Paper ===> D
Group ===> Ctrl+G
Import... ===> Ctrl+I
Lens ===> Alt+F3
New ===> Ctrl+N
Open... ===> Ctrl+O
Options... ===> Ctrl+J


Paste ===> Ctrl+V
Paste ===> Shift+Insert
Polygon ===> Y
Position ===> Alt+F7
Print... ===> Ctrl+P
Rectangle ===> F6
Repeat ===> Ctrl+R
Rotate ===> Alt+F8
Save... ===> Ctrl+S
Scale ===> Alt+F9
Spell Check... ===> Ctrl+F12
Spiral ===> A

Text ===> F8
Undo ===> Ctrl+Z
Undo ===> Alt+Backspace
Ungroup ===> Ctrl+U
Visual Basic Editor... ===> Alt+F11
What's This? ===> Shift+F1

Align Bottom ===> B
Align Centers Horizontally ===> E
Align Centers Vertically ===> C
Align Left ===> L
Align Right ===> R
Align To Baseline ===> Alt+F12
Align Top ===> T
All Small Capitals ===> Ctrl+Shift+K
Artistic Media ===> I

Back ===> Ctrl+PgDn
Bold ===> Ctrl+B
Brightness/Contrast/Intensity... ===> Ctrl+B
Bring up Property Bar ===> Ctrl+Return
Bullet ===> Ctrl+M

Change Case... ===> Shift+F3
Center ===> Ctrl+E
Center to Page ===> P
Color Balance... ===> Ctrl+Shift+B
Color ===> Shift+F12
Color ===> Shift+F11
Convert ===> Ctrl+F8
Convert To Curves ===> Ctrl+Q
Convert Outline To Object ===> Ctrl+Shift+Q
Cut ===> Ctrl+X
Cut ===> Shift+Delete

Delete ===> Delete
Delete Character to Right ===> Delete
Delete Word to Right ===> Ctrl+Delete
Distribute Bottom ===> Shift+B
Distribute Centers Horizontally ===> Shift+E
Distribute Centers Vertically ===> Shift+C
Distribute Left ===> Shift+L
Distribute Right ===> Shift+R
Distribute Spacing Horizontally ===> Shift+P
Distribute Spacing Vertically ===> Shift+A
Distribute Top ===> Shift+T
Drop Cap ===> Ctrl+Shift+D

Edit Text... ===> Ctrl+Shift+T
Exit ===> Alt+F4
Eraser ===> X

Font List ===> Ctrl+Shift+F
Font Size Decrease ===> Ctrl+NUMPAD2
Font Size Decrease ===> Ctrl+NUMPAD2
Font Size Increase ===> Ctrl+NUMPAD8
Font Size Increase ===> Ctrl+NUMPAD8
Font Size List ===> Ctrl+Shift+P
Font Size Next Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD6
Font Size Next Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD6
Font Size Previous Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD4
Font Size Previous Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD4
Font Weight List ===> Ctrl+Shift+W
Force Full ===> Ctrl+H
Forward One ===> Ctrl+PgUp
Fountain ===> F11
Full ===> Ctrl+J

Pan Down ===> Alt+DnArrow
Pan Left ===> Alt+LeftArrow
Pan Right ===> Alt+RightArrow
Pan Up ===> Alt+UpArrow
Pen ===> F12
Previous Page ===> PgUp
Properties ===> Alt+Return

Redo ===> Ctrl+Shift+Z
Refresh Window ===> Ctrl+W
Right ===> Ctrl+R

Size ===> Alt+F10
Save As... ===> Ctrl+Shift+S
Select Down 1 Frame ===> Shift+PgDn
Select Down 1 Line ===> Shift+DnArrow
Select Down 1 Paragraph ===> Ctrl+Shift+DnArrow
Select Left 1 Character ===> Shift+LeftArrow
Select Left 1 Word ===> Ctrl+Shift+LeftArrow
Select Right 1 Character ===> Shift+RightArrow
Select Right 1 Word ===> Ctrl+Shift+RightArrow
Select Up 1 Frame ===> Shift+PgUp
Select Up 1 Line ===> Shift+UpArrow
Select Up 1 Paragraph ===> Ctrl+Shift+UpArrow
Select all objects ===> Ctrl+A
Select to Beginning of Frame ===> Ctrl+Shift+Home
Select to Beginning of Line ===> Shift+Home
Select to Beginning of Text ===> Ctrl+Shift+PgUp
Select to End of Frame ===> Ctrl+Shift+End
Select to End of Line ===> Shift+End
Select to End of Text ===> Ctrl+Shift+PgDn
Shape ===> F10
Show Non-Printing Characters ===> Ctrl+Shift+C
Snap To Grid ===> Ctrl+Y
Style List ===> Ctrl+Shift+S
Super Nudge Down ===> Shift+DnArrow
Super Nudge Left ===> Shift+LeftArrow
Super Nudge Right ===> Shift+RightArrow
Super Nudge Up ===> Shift+UpArrow

Text ===> Ctrl+F10
To Back ===> Shift+PgDn
To Front ===> Shift+PgUp
Toggle Pick State ===> Ctrl+Space
Toggle View ===> Shift+F9

Underline ===> Ctrl+U

Vertical Text ===> Ctrl+.
View Manager ===> Ctrl+F2

Zoom ===> Z
Zoom Out ===> F3
Zoom One-Shot ===> F2
Zoom To Fit ===> F4
Zoom To Page ===> Shift+F4
Zoom To Selection ===> Shift+F2 

Semoga Bermanfaat...!



LAYOUT CORELDRAW X6
 * Keterangan :
Main Menu = Sederetan Menu yang dipersiapkan untuk membantu dalam proses pembuatan dan editing gambar 
Toolbox = kumpulan tool atau alat-alat yang digunakan untuk mengedit gambar 
Properties Bar = Tempat kita melakukan pengaturan • Pilihan Warna / Color Pallete = Memberikan dan memberi warna pada object 
 • Lembar / Kertas Kerja = Tempat kita menggambar / bekerja 

Shortcut Key pada corel sama halnya pada main windows, fungsinya adalah mempercepat atau mempermudah suatu aktifitas dalam corel, sering juga disebut hot key, sering juga disebut hot key. 
Keunggulannya adalah kita tidak perlu klik sana sini untuk beberapa menu, misalkan jika kita ingin menyimpan File, kita tinggal menekan Ctrl+S di keyboard tidak perlu menklik tulisan Save di menu corel. 
Bila kita sudah terbiasa dengan shortcut-shortcut ini anda akan dapat dengan mudah dan cepat menggunakannya. 

Berikut Daftar Shorcut Key lengkap dibawah ini :

Break Apart ===> Ctrl+K
Combine ===> Ctrl+L
Contour ===> Ctrl+F9
Copy ===> Ctrl+C
Copy ===> Ctrl+Insert
Duplicate ===> Ctrl+D
Ellipse ===> F7
Envelope ===> Ctrl+F7
Export... ===> Ctrl+E

Find Text... ===> Alt+F3
Format Text... ===> Ctrl+T
Freehand ===> F5
Full-Screen Preview ===> F9

Graph Paper ===> D
Group ===> Ctrl+G
Import... ===> Ctrl+I
Lens ===> Alt+F3
New ===> Ctrl+N
Open... ===> Ctrl+O
Options... ===> Ctrl+J


Paste ===> Ctrl+V
Paste ===> Shift+Insert
Polygon ===> Y
Position ===> Alt+F7
Print... ===> Ctrl+P
Rectangle ===> F6
Repeat ===> Ctrl+R
Rotate ===> Alt+F8
Save... ===> Ctrl+S
Scale ===> Alt+F9
Spell Check... ===> Ctrl+F12
Spiral ===> A

Text ===> F8
Undo ===> Ctrl+Z
Undo ===> Alt+Backspace
Ungroup ===> Ctrl+U
Visual Basic Editor... ===> Alt+F11
What's This? ===> Shift+F1

Align Bottom ===> B
Align Centers Horizontally ===> E
Align Centers Vertically ===> C
Align Left ===> L
Align Right ===> R
Align To Baseline ===> Alt+F12
Align Top ===> T
All Small Capitals ===> Ctrl+Shift+K
Artistic Media ===> I

Back ===> Ctrl+PgDn
Bold ===> Ctrl+B
Brightness/Contrast/Intensity... ===> Ctrl+B
Bring up Property Bar ===> Ctrl+Return
Bullet ===> Ctrl+M

Change Case... ===> Shift+F3
Center ===> Ctrl+E
Center to Page ===> P
Color Balance... ===> Ctrl+Shift+B
Color ===> Shift+F12
Color ===> Shift+F11
Convert ===> Ctrl+F8
Convert To Curves ===> Ctrl+Q
Convert Outline To Object ===> Ctrl+Shift+Q
Cut ===> Ctrl+X
Cut ===> Shift+Delete

Delete ===> Delete
Delete Character to Right ===> Delete
Delete Word to Right ===> Ctrl+Delete
Distribute Bottom ===> Shift+B
Distribute Centers Horizontally ===> Shift+E
Distribute Centers Vertically ===> Shift+C
Distribute Left ===> Shift+L
Distribute Right ===> Shift+R
Distribute Spacing Horizontally ===> Shift+P
Distribute Spacing Vertically ===> Shift+A
Distribute Top ===> Shift+T
Drop Cap ===> Ctrl+Shift+D

Edit Text... ===> Ctrl+Shift+T
Exit ===> Alt+F4
Eraser ===> X

Font List ===> Ctrl+Shift+F
Font Size Decrease ===> Ctrl+NUMPAD2
Font Size Decrease ===> Ctrl+NUMPAD2
Font Size Increase ===> Ctrl+NUMPAD8
Font Size Increase ===> Ctrl+NUMPAD8
Font Size List ===> Ctrl+Shift+P
Font Size Next Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD6
Font Size Next Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD6
Font Size Previous Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD4
Font Size Previous Combo Size ===> Ctrl+NUMPAD4
Font Weight List ===> Ctrl+Shift+W
Force Full ===> Ctrl+H
Forward One ===> Ctrl+PgUp
Fountain ===> F11
Full ===> Ctrl+J

Pan Down ===> Alt+DnArrow
Pan Left ===> Alt+LeftArrow
Pan Right ===> Alt+RightArrow
Pan Up ===> Alt+UpArrow
Pen ===> F12
Previous Page ===> PgUp
Properties ===> Alt+Return

Redo ===> Ctrl+Shift+Z
Refresh Window ===> Ctrl+W
Right ===> Ctrl+R

Size ===> Alt+F10
Save As... ===> Ctrl+Shift+S
Select Down 1 Frame ===> Shift+PgDn
Select Down 1 Line ===> Shift+DnArrow
Select Down 1 Paragraph ===> Ctrl+Shift+DnArrow
Select Left 1 Character ===> Shift+LeftArrow
Select Left 1 Word ===> Ctrl+Shift+LeftArrow
Select Right 1 Character ===> Shift+RightArrow
Select Right 1 Word ===> Ctrl+Shift+RightArrow
Select Up 1 Frame ===> Shift+PgUp
Select Up 1 Line ===> Shift+UpArrow
Select Up 1 Paragraph ===> Ctrl+Shift+UpArrow
Select all objects ===> Ctrl+A
Select to Beginning of Frame ===> Ctrl+Shift+Home
Select to Beginning of Line ===> Shift+Home
Select to Beginning of Text ===> Ctrl+Shift+PgUp
Select to End of Frame ===> Ctrl+Shift+End
Select to End of Line ===> Shift+End
Select to End of Text ===> Ctrl+Shift+PgDn
Shape ===> F10
Show Non-Printing Characters ===> Ctrl+Shift+C
Snap To Grid ===> Ctrl+Y
Style List ===> Ctrl+Shift+S
Super Nudge Down ===> Shift+DnArrow
Super Nudge Left ===> Shift+LeftArrow
Super Nudge Right ===> Shift+RightArrow
Super Nudge Up ===> Shift+UpArrow

Text ===> Ctrl+F10
To Back ===> Shift+PgDn
To Front ===> Shift+PgUp
Toggle Pick State ===> Ctrl+Space
Toggle View ===> Shift+F9

Underline ===> Ctrl+U

Vertical Text ===> Ctrl+.
View Manager ===> Ctrl+F2

Zoom ===> Z
Zoom Out ===> F3
Zoom One-Shot ===> F2
Zoom To Fit ===> F4
Zoom To Page ===> Shift+F4
Zoom To Selection ===> Shift+F2 

Semoga Bermanfaat...!

Fungsi Ruler dan Guide Lines di CorelDRAW

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Corel Draw, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Fungsi Ruler dan Guide Lines di CorelDRAW
link : Fungsi Ruler dan Guide Lines di CorelDRAW

Baca juga


Tutorial Coreldraw kali ini akan membahas tentang pentingnya fungsi ruler (penggaris) dan Guide Lines. Dan memang kita membutuhkan itu dalam program Desain CorelDraw. Saat kita mendesain Kartu nama, Spanduk, Banner dll, kita membutuhkan fungsi Ruler ini,. Dan untuk itulah fitur ruler ini akan saya coba bahas disini. 


Setting layout dan setting ketepatan posisi dan ukuran sangatlah penting. Berikut desktripsi singkat dari Ruler dan Guide Lines:
Ruler adalah bantuan berfungsi fungsi penggaris untuk mengukur suatu obyek secara pasti dan tepat dengan presisi tinggi, ruler disediakan dalam posisi vertikal dan horisontal

Guide Lines berfungsi mengatur tata letak obyek dan ukuran-ukurannya pada saat memanipulasi obyek biasanya disimbolkan dalam koordinat x: dan y:

Unit / Satuan Ukuran Pada Coreldraw ada Centimeter, Milimeter, Inchi, dll ingat saat kita SD (sekolah dasar) guru kita mengajari satuan hitung.

Satuan Jarak Panjang :

1 centimeter (cm) = 100 millimeters (mm) --- paling sering dipakai untuk jasa setting
1 inches (inci) = 2.54 centimeters (inchi biasanya digunakan untuk mengukur panjang secara diagonal)
1 mile = 1760 yard
1 yard = 3 feet = 914.4 millimeters (mm)
1 meter (m)= 100 Centimeters (cm)
1 kilometer (km) = 1000 meter (m)
1 mile = 1.609344 Kilometer (km)

Ada juga satuan yang seperti ini..tapi ini sangat jarang digunakan..seperti dibawah ini

Satuan untuk Didot Points :
1 Didot point = 0.376065 mm = 1.07007 pica = 0.0148057 inch
1 cicero = 12 didot points


Nah berikut ini akan saya tambahkan tips supaya kita tahu jarak panjang maupun lebar desain kita

Langkah - langkahnya:
 1. buka Coreldraw Klik New nah disitu kita pilih dulu satuannya, gunakan satuan Centimeters saja supaya mudah
2. Klik Rectange Tool (F6) buat kotak di area kerja


Kita sudah mempunyai kotak, dan saya ingin membuat desain kartu nama yang memiliki panjang 9 cm dan lebar 5.5 cm .
Sekarang kita sudah mempunyai penggaris / bantuan pengukur, jadi ini gunanya bila suatu saat kita diminta mendesain kartu nama dengan sesuai ukuran yang baku, maka penempatan posisi text, logo dan yang lainnya akan terlihat teratur sesuai yang kita inginkan.



Dengan begini maka melayout / mensetting di Corel DRAW akan menjadi terbantu dengan Rulers ni. Semoga bermanfaat...!

Tutorial Coreldraw kali ini akan membahas tentang pentingnya fungsi ruler (penggaris) dan Guide Lines. Dan memang kita membutuhkan itu dalam program Desain CorelDraw. Saat kita mendesain Kartu nama, Spanduk, Banner dll, kita membutuhkan fungsi Ruler ini,. Dan untuk itulah fitur ruler ini akan saya coba bahas disini. 


Setting layout dan setting ketepatan posisi dan ukuran sangatlah penting. Berikut desktripsi singkat dari Ruler dan Guide Lines:
Ruler adalah bantuan berfungsi fungsi penggaris untuk mengukur suatu obyek secara pasti dan tepat dengan presisi tinggi, ruler disediakan dalam posisi vertikal dan horisontal

Guide Lines berfungsi mengatur tata letak obyek dan ukuran-ukurannya pada saat memanipulasi obyek biasanya disimbolkan dalam koordinat x: dan y:

Unit / Satuan Ukuran Pada Coreldraw ada Centimeter, Milimeter, Inchi, dll ingat saat kita SD (sekolah dasar) guru kita mengajari satuan hitung.

Satuan Jarak Panjang :

1 centimeter (cm) = 100 millimeters (mm) --- paling sering dipakai untuk jasa setting
1 inches (inci) = 2.54 centimeters (inchi biasanya digunakan untuk mengukur panjang secara diagonal)
1 mile = 1760 yard
1 yard = 3 feet = 914.4 millimeters (mm)
1 meter (m)= 100 Centimeters (cm)
1 kilometer (km) = 1000 meter (m)
1 mile = 1.609344 Kilometer (km)

Ada juga satuan yang seperti ini..tapi ini sangat jarang digunakan..seperti dibawah ini

Satuan untuk Didot Points :
1 Didot point = 0.376065 mm = 1.07007 pica = 0.0148057 inch
1 cicero = 12 didot points


Nah berikut ini akan saya tambahkan tips supaya kita tahu jarak panjang maupun lebar desain kita

Langkah - langkahnya:
 1. buka Coreldraw Klik New nah disitu kita pilih dulu satuannya, gunakan satuan Centimeters saja supaya mudah
2. Klik Rectange Tool (F6) buat kotak di area kerja


Kita sudah mempunyai kotak, dan saya ingin membuat desain kartu nama yang memiliki panjang 9 cm dan lebar 5.5 cm .
Sekarang kita sudah mempunyai penggaris / bantuan pengukur, jadi ini gunanya bila suatu saat kita diminta mendesain kartu nama dengan sesuai ukuran yang baku, maka penempatan posisi text, logo dan yang lainnya akan terlihat teratur sesuai yang kita inginkan.



Dengan begini maka melayout / mensetting di Corel DRAW akan menjadi terbantu dengan Rulers ni. Semoga bermanfaat...!

Cara Membuat Numerator Pada Faktur Nota

- Hallo sahabat Profesor Coreldraw, Photoshop, Adobe Illustrator, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Corel Draw, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Cara Membuat Numerator Pada Faktur Nota
link : Cara Membuat Numerator Pada Faktur Nota

Baca juga


Kali ini kita akan belajar menyisipkan dan mencetak numerator / nomor identitas pada nota, karcis, faktur, tiket, dll tersebut hanya dengan Corel dan Printer rumahan.




1. Buka aplikasi Coreldraw, disini saya menggunakan Corel X7.
(disarankan menggunakan Coreldraw Versi Terbaru : Corel X5, X6 atau X7) Siapkan desain nota yang akan kita beri numerator / angka digital sebagai nomor identitas.

2. Setelah desain nota kita masuk di lembar kerja Corel maka selanjutnya klik File > Print Merge > Create / Load Print Merge

3. Pada jendela Print Merge Wizard pilih Create new text > Next

4. Setelah itu anda masuk Add Fields Karena 1 Kertas ukuran A4 kita terdiri dari 4 nota maka Isi 4 Numeric Field dengan A1, A2, A3, A4 (add)

5. Kemudian kita setting Field A1, A2, A3, A4 caranya klik A1 lalu pilih option Numeric Format di bawahnya :

Artinya 000X adalah angka numerator akan dimulai dari 0001, 0002, 0003, dst Jadi samakan semua setting Numeric Format pada Field A1 - A4 agar hasilnya serasi

6. Selanjutnya setting Starting Value dimulai dari angka berapa, Misal : 1

Jangan lupa hilangkan tanda centang pada Continually Increment the numeric field hal ini agar hasil cetakan dimulai dari angka yang paling besar sehingga kita tidak perlu mengurutkan sewaktu selesai dicetak, Contoh : Jika kita ingin mencetak nomor 1 - 40 maka settingannya seperti ini : *anda nanti bisa mengembangkan sendiri settingan sesuai dengan kebutuhan anda

Setting Field A1
Setting Field A2
Setting Field A3

Setting Field A4

Setelah kita edit semua Field sesuai dengan urut nomer (A1, A2, A3, A4) klik Next inilah hasil settingan Record Field

Klik Next


Opsi piihan :
A) Untuk menyimpan data maka centang Save data setting as agar bisa digunakan lagi sewaktu - waktu anda membutuhkan Simpan data di komputer Anda. Arsipkan dengan rapi agar tidak lupa.

B) Jika tidak ingin menyimpan data record maka anda bisa langsung menekan Finish

7. Setelah itu akan muncul Tool Bar Print Merge


*Klik gambar to zoom 
Pada drop down menu pilih A1 > Insert Print Merge Field


lalu kita tempatkan dimana nanti angka numerator akan muncul, yaitu Field A1-A4, jangan lupa setting pula jenis Font dan Color / warnanya





Hasilnya :

Catatan :
Jika anda tinggal mencetak numeratornya saja maka hilangkan desain nota dan sisakan cuma fieldnya saja agar tidak doble cetak, namun jika anda mencetak sekalian dengan nota / desainnya maka anda anda tidak perlu menghilangkan desain dari lembar kerja anda. Setelah semua Field tersetting dengan baik (setting lembar kerja Corel dan setting ukuran di Printer sama) tinggal kita tekan Perform Print Merge. Dan anda tinggal menunggu hasilnya. 

Semoga Bermanfaat…!

Kali ini kita akan belajar menyisipkan dan mencetak numerator / nomor identitas pada nota, karcis, faktur, tiket, dll tersebut hanya dengan Corel dan Printer rumahan.




1. Buka aplikasi Coreldraw, disini saya menggunakan Corel X7.
(disarankan menggunakan Coreldraw Versi Terbaru : Corel X5, X6 atau X7) Siapkan desain nota yang akan kita beri numerator / angka digital sebagai nomor identitas.

2. Setelah desain nota kita masuk di lembar kerja Corel maka selanjutnya klik File > Print Merge > Create / Load Print Merge

3. Pada jendela Print Merge Wizard pilih Create new text > Next

4. Setelah itu anda masuk Add Fields Karena 1 Kertas ukuran A4 kita terdiri dari 4 nota maka Isi 4 Numeric Field dengan A1, A2, A3, A4 (add)

5. Kemudian kita setting Field A1, A2, A3, A4 caranya klik A1 lalu pilih option Numeric Format di bawahnya :

Artinya 000X adalah angka numerator akan dimulai dari 0001, 0002, 0003, dst Jadi samakan semua setting Numeric Format pada Field A1 - A4 agar hasilnya serasi

6. Selanjutnya setting Starting Value dimulai dari angka berapa, Misal : 1

Jangan lupa hilangkan tanda centang pada Continually Increment the numeric field hal ini agar hasil cetakan dimulai dari angka yang paling besar sehingga kita tidak perlu mengurutkan sewaktu selesai dicetak, Contoh : Jika kita ingin mencetak nomor 1 - 40 maka settingannya seperti ini : *anda nanti bisa mengembangkan sendiri settingan sesuai dengan kebutuhan anda

Setting Field A1
Setting Field A2
Setting Field A3

Setting Field A4

Setelah kita edit semua Field sesuai dengan urut nomer (A1, A2, A3, A4) klik Next inilah hasil settingan Record Field

Klik Next


Opsi piihan :
A) Untuk menyimpan data maka centang Save data setting as agar bisa digunakan lagi sewaktu - waktu anda membutuhkan Simpan data di komputer Anda. Arsipkan dengan rapi agar tidak lupa.

B) Jika tidak ingin menyimpan data record maka anda bisa langsung menekan Finish

7. Setelah itu akan muncul Tool Bar Print Merge


*Klik gambar to zoom 
Pada drop down menu pilih A1 > Insert Print Merge Field


lalu kita tempatkan dimana nanti angka numerator akan muncul, yaitu Field A1-A4, jangan lupa setting pula jenis Font dan Color / warnanya





Hasilnya :

Catatan :
Jika anda tinggal mencetak numeratornya saja maka hilangkan desain nota dan sisakan cuma fieldnya saja agar tidak doble cetak, namun jika anda mencetak sekalian dengan nota / desainnya maka anda anda tidak perlu menghilangkan desain dari lembar kerja anda. Setelah semua Field tersetting dengan baik (setting lembar kerja Corel dan setting ukuran di Printer sama) tinggal kita tekan Perform Print Merge. Dan anda tinggal menunggu hasilnya. 

Semoga Bermanfaat…!